Merespon tanggapan media sosial

 


Saya setuju dengan pendapat bahwa saat ini media sosial mulai kebablasan karena terlalu banyak dipenuhi konten joget atau hiburan yang tidak memiliki tujuan yang jelas. Sebenarnya, hiburan merupakan hal yang wajar dan dibutuhkan oleh setiap orang. Namun, ketika sebagian besar konten dibuat hanya untuk mengejar viral, jumlah penonton, atau keuntungan tanpa memperhatikan kualitas dan manfaatnya, maka media sosial bisa kehilangan fungsi utamanya sebagai sarana berbagi informasi, pengetahuan, dan kreativitas.

Fenomena ini juga menunjukkan adanya perubahan pola pikir masyarakat, di mana banyak orang lebih mengutamakan popularitas daripada nilai dari konten yang dibuat. Akibatnya, konten yang edukatif, inspiratif, atau memberikan wawasan sering kali kalah menarik dibandingkan konten yang hanya mengikuti tren. Jika kondisi ini terus berlanjut, generasi muda dapat terbiasa mengonsumsi konten yang kurang bermanfaat dan menganggapnya sebagai hal yang normal.

Seperti di video ini


Namun, menurut saya, tanggung jawab tidak hanya berada di tangan para pembuat konten. Kita sebagai pengguna media sosial juga memiliki peran besar dalam menentukan konten apa yang akan terus berkembang. 

Berikut video yg bisa diliat๐Ÿ‘‡๐Ÿผ๐Ÿ‘‡๐Ÿผ

Klik Video disini

Algoritma media sosial bekerja berdasarkan minat pengguna. Jika kita lebih sering menonton, menyukai, dan membagikan konten yang berkualitas, maka konten positif juga akan semakin banyak muncul..

Oleh karena itu, kita perlu menjadi pengguna media sosial yang lebih bijak. Hiburan tetap boleh dinikmati, tetapi harus seimbang dengan konten yang menambah ilmu, mengembangkan keterampilan, dan memberikan inspirasi. Dengan cara itu, media sosial dapat kembali menjadi ruang digital yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan manfaat bagi banyak orang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah yulita

Konsep inovasi pembelajaran dan TPACK